Tren makanan organik di Indonesia semakin meningkat seiring dengan kesadaran akan gaya hidup sehat. Saat ini masyarakat kembali menggandrungi produk-produk organik yang bebas pencemaran zat kimia. Hal ini bisa memicu makanan organik menjadi tren makanan sehat di tahun 2019.

Pengertian Makanan Organik

Makanan organik diproduksi melalui metode pertanian organik, dengan membatasi penggunaan sintetik modern seperti pupuk kimia dan pestisida. Penggunaan biopestisida seperti toksin Bacillus thuringiensis masih diizinkan. Bahan pangan organik juga tidak diproses menggunakan pelarut industri, iradiasi, atau tambahan bahan makanan kimiawi, termasuk pewarna, pengawet, dan penyedap. Untuk hewan ternak pun tidak diberikan obat-obatan kimia, yang biasa digunakan untuk merangsang pertumbuhan.

Keunggulan Manfaat Makanan Organik

Berikut ini keuntungan konsumsi makanan organik yang kami alih bahasakan dari https://organic.org/5-studies-that-link-science-behind-the-benefits-of-organic/

Tinggi antioksidan

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menunjukkan bukti konklusif bahwa tanaman organik, dan makanan olahan dari tanaman organik, lebih sehat daripada tanaman konvensional. Dalam studi ini, para peneliti melakukan meta-analisis pada 342 publikasi yang ditinjau oleh sejawat yang melihat manfaat kesehatan dari pertanian organik. Mereka menemukan bahwa tanaman organik memiliki kadar antioksidan yang lebih tinggi, kadar kadmium yang lebih rendah, dan residu pestisida yang lebih sedikit daripada tanaman non-organik. Mereka menemukan bahwa tanaman organik memiliki kadar antioksidan yang secara signifikan lebih tinggi yang dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, penyakit neurodegeneratif, dan kanker tertentu.

Baca Juga

Pengurangan Paparan Pestisida dalam tubuh

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research menemukan bahwa mengonsumsi makanan organik selama seminggu dapat mengurangi paparan pestisida seseorang. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Liza Oates, yang memeriksa metabolit pestisida dalam urin dari 13 orang yang mengonsumsi makanan setidaknya 80 persen organik selama tujuh hari, dan makanan konvensional selama tujuh hari.

Tim Dr. Oates menemukan bahwa kadar metabolit pestisida total berkurang sebanyak 96 persen dengan makan organik, dengan pengurangan rata-rata 50 persen. Studi ini menunjukkan bahwa makan makanan organik dapat mengurangi paparan bahan kimia yang telah dikaitkan dengan risiko kesehatan. Seperti yang dinyatakan oleh Dr. Oates, “Studi terbaru telah meningkatkan kekhawatiran terhadap efek kesehatan dari bahan kimia ini bahkan pada tingkat yang relatif rendah”.

Bermanfaat untuk kesehatan jantung

Seperti telah disinggung di atas, anti oksidan dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular. Secara singkat penyakit kardiovaskkular ini disebut juga dengan penyakit jantung, adalah berbagai kondisi di mana terjadi  penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah yang dapat menyebabkan stroke, nyeri dada (angina), atau serangan jantung.

Tanah yang Dikelola Secara Organik Dapat Membalikkan Dampak Perubahan Iklim

Institut Rodale telah melakukan beberapa sains luar biasa yang mendukung manfaat pertanian organik, dan laporan barunya, yang berjudul “Regenerative Organic Agriculture and Climate Change,” mempertahankan kualitas penyelidikan yang tinggi ini. Laporan ini meneliti secara mendalam bagaimana sistem pertanian memengaruhi emisi gas rumah kaca dan menggambarkan manfaat yang dapat dimiliki pertanian organik terhadap perubahan iklim. Secara khusus, publikasi ini berfokus pada kemampuan tanah untuk mengurangi perubahan iklim ketika dikelola secara organik.

Temuan termasuk penurunan emisi gas rumah kaca tahunan sebesar 40 persen jika pengelolaan semua lahan pertanian saat ini dialihkan ke pertanian organik regeneratif. Transisi padang rumput global akan menambah penyerapan karbon sebesar 71 persen. “Kami dapat menyerap lebih dari 100 persen emisi CO2 tahunan saat ini dengan beralih ke praktik manajemen organik yang tersedia secara luas dan murah,” kata laporan itu.

Tren Makanan Organik di Indonesia

Seiring dengan meningkatnya pemahaman akan pentingnya hidup sehat, maka tren makanan organik ini semakin meningkat di Indonesia. Hal yang sama juga terjadi dengan Melilea, dengan jumlah pencari rata-rata 5000 orang tiap bulan berdasarkan data dari google. Produk Nutrisi Melilea telah meraih penghargaan bintang 5 yang merupakan penghargaan tertinggi untuk produk organik. Selain itu makanan organik tidak hanya menjadi tren makanan sehat 2019, namun bisa diprediksi akan meningkat di tahun 2020.

Sebagai distributor resmi Melilea Indonesia yang mengusung dan menganjurkan gaya hidup organik. Tentunya kami akan turut untuk mempromosikan dan mendorong makanan organik Melilea sebagai tren makanan sehat di tahun 2019 ini dan tahun-tahun yang akan datang.

Apabila anda tertarik dengan makanan organik untuk kesehatan anda, kami menawarkan “Program T90 Melilea”. Program transformasi untuk detoks dengan beralih ke makanan organik selama 90 hari. Info lebih lanjut silahkan ke Melilea T90